Selasa, 19 April 2016 | 12:36 WIB
Alat berat mulai meratakan bangunan rumah warga di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, 11 April 2016. TEMPO/Danang Firmanto
“Yang diratakan itu semacam pagar menempel di bagian atas tembok Bastion, kalau bagian asli tembok kena sekitar 20-30 centimeter dari permukaan di atas,” kata Candrian kepada Tempo saat dihubungi, Selasa 19 April 2016.
Candrian menuturkan Bastion Zeeburg itu tak luas. Di bagian tembok itu ada tambahan tembok penduduk. Sementara pagar bagian atas tembok Bastion, berasal dari bekas pabrik di sekitar Pasar Ikan. Candrian menduga penambahan tembok itu terjadi sejak 10 tahun lalu.
Tembok Bastion Zeeburg, menurut Candrian, masih bisa dilihat, meski sekarang tinggi tembok tersebut hanya sekitar satu setengah meter dari tanah. Saat melakukan revitalisasi Pasar Ikan, menurutnya, petugas yang mengoperasikan alat berat (backhoe) tak mengetahui kalau bangunan yang dia ratakan adalah bagian dari situs sejarah.
Mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Kota Tua ini mengungkapkan, dia sudah meminta kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk melakukan pengawasan terhadap pembersihan sisa bangunan di Pasar Ikan. “Karena takutnya tergerus juga (Bastion Zeeburg), harus ada pengawas untuk pembersihan,”katanya.
Menurut Candrian, harus ada pengawasan yang lebih ketat terhadap situs-situs bersejarah di Jakarta, terutama jika memang berdekatan dengan tempat yang akan dilakukan penggusuran. “Takutnya backhoe enggak mengerti,” ujarnya.
DIKO OKTARA
No comments:
Post a Comment