Minggu, 17 April 2016 | 14:38 WIB
Polisi memasang dan mengikat tolo-tolo pemisah
jalan di jalur tengah Sumedang Cirebon yang rawan macet di sekitar pusat
Kota Sumedang, Jawa Barat, 12 Juli 2015. Padatnya arus mudik
diperkirakan akan berlangsung pada H-3 Lebaran. TEMPO/Prima Mulia
Hadi menyatakan, dari pantauan yang dilakukan Komisi D, menemukan jalur alternatif pantai utara (pantura), pantai selatan dan tengah, akan ada beberapa titik yang rawan macet. Pada arus mudik tahun lalu, kata Hadi, titik kemacetan di Pejagan, Kabupaten Brebes, hingga di Tegal Timur. Hadi memprediksi titik krusial kemacetan Lebaran tahun ini, pindah di ruas jalan Tegal timur, hingga Pemalang. Sebab, di jalur itu ada beberapa titik proyek pengerjaan APBN.
Titik krusial lainnya, kata Hadi, di jalur tengah. Meski jalur penghubung antara jalur Pantura dan jalur selatan Jawa Tengah yang merupakan jalur alternatif telah dikerjakan, namun banyak yang belum tuntas. Bahkan, di sektor timur, tepatnya di Kecamatan Gemolong, menuju Kecamatan Gabukan, Kabupaten Sragen, kondsisinya rusak parah. Jalur itu belum dianggarkan perbaikannya, di APBD Jawa Tengah.
Selain itu, di jalur Gemolong-Gabukan yang merupakan jalur penghubung Sragen-Purwodadi, dan Sragen ke Jawa Timur, sangat rusak parah sepanjang 12 kilometer. “Kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan 10 kilometer per jam,” kata Hadi. Selain berlubang, jalan itu sangat rusak parah.
Soal perbaikan jalan, Hadi menyatakan, ada kemunduran penandatanganan kontrak Surat Perintah Kerja (SPK), sekitar 17 hari. Semula dilakukan pertengahan Februari, tapi baru dikerjakan pertengahan Maret lalu. “Sehingga perbaikan yang diprediksi selesai sebelum H-20 Lebaran, bisa molor,” kata dia. ROFIUDDIN
No comments:
Post a Comment